Melayani dengan (C'TAAR) : Cepat , Transfaran,Akurat,Aksesnya mudah dan Relepan,
DINSOSPPPA Bengkayang Perkuat Jejaring Perlindungan Perempuan di Sanggau Ledo dan Tujuh Belas
SANGGAU LEDO – Upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOSPPPA), sebuah langkah strategis dilakukan dengan menggelar kegiatan "Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan Kewenangan Kabupaten/Kota".
Acara yang berlangsung pada Selasa, 30 September 2025 ini dipusatkan di Aula Kantor Camat Sanggau Ledo. Kegiatan ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi lintas wilayah antara dua kecamatan, yakni Kecamatan Sanggau Ledo dan Kecamatan Tujuh Belas.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari jajaran Camat, Kepolisian Sektor (Polsek), Komando Rayon Militer (Koramil), hingga para Kepala Puskesmas dari kedua kecamatan tersebut . Tak ketinggalan, garda terdepan perlindungan perempuan di tingkat tapak—yaitu para Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa, serta Kader Perempuan Desa—turut hadir untuk menyamakan persepsi .
Dalam sambutan pembukaannya, Camat Sanggau Ledo, Suandi, SH., MH, menekankan pentingnya sinergitas antar lembaga untuk memastikan layanan perlindungan perempuan dapat diakses hingga ke pelosok desa.
Membangun Kekuatan dari Desa




Selama satu hari penuh, para peserta dibekali dengan berbagai materi krusial yang dipandu oleh narasumber ahli dari DSP3A Kabupaten Bengkayang:
Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA): Ibu Ita Andriyati, S.Si., Apt., M.M (Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan) memaparkan strategi pengarusutamaan gender ke dalam proses pembangunan desa guna menciptakan keadilan sosial.
Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan: Ibu Wenica, SE (Analis Kebijakan Ahli Muda) memberikan pendalaman mengenai jenis-jenis kekerasan serta dampak psikososial yang ditimbulkannya bagi korban.
Manajemen dan Pelaporan Kasus: Peserta dilatih mengenai tata cara pencatatan dan pelaporan kasus kekerasan secara efektif di tingkat desa agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Materi Strategis untuk Aksi Nyata
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan formal, melainkan bentuk nyata strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan nasional. Dengan adanya jejaring yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan lembaga di desa, diharapkan tidak ada lagi kasus kekerasan yang terabaikan.
Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat menunjukkan antusiasme peserta dalam mewujudkan desa yang inklusif. Melalui penguatan jejaring ini, Kabupaten Bengkayang optimis mampu meningkatkan kualitas layanan perlindungan bagi perempuan sebagai pilar penting dalam masyarakat


