Melayani dengan (C'TAAR) : Cepat , Transfaran,Akurat,Aksesnya mudah dan Relepan,
Saat Suara Anak Menjadi Kompas di SD 09 Rangkang
BENGKAYANG – Ada pemandangan yang berbeda di Sekolah Dasar Negeri 09 Rangkang, Bengkayang, pada Rabu, 5 November 2025. Ruang kelas dan halaman sekolah tidak hanya ditinjau oleh pejabat pemerintah, tetapi juga oleh sekelompok remaja yang jeli mengamati. Mereka adalah anggota Forum Anak Bengkayang, yang hari itu bertindak sebagai mitra setara dalam Audit Rutin Sekolah Ramah Anak (SRA).
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DINSOSPPPA) Kabupaten Bengkayang ini menandai pergeseran paradigma. Audit SRA tidak lagi hanya soal daftar periksa administratif, tapi tentang partisipasi bermakna.
Kedatangan rombongan DINSOSPPPA disambut hangat oleh Kepala Sekolah SD 09 Rangkang beserta jajaran guru. Suasana yang biasanya mungkin terkesan formal dan kaku, hari itu terasa lebih cair dan kolaboratif, berkat kehadiran Forum Anak.




Inovasi Partisipasi: Audit dari Mata Anak
Kepala DINSOSPPPA Bengkayang, dr. I Made Putra Negara, MM, yang hadir langsung, menegaskan pentingnya pendekatan baru ini.
"Ini bukan inspeksi satu arah," ujar dr. I Made di sela-sela kegiatan. "Ini adalah dialog. Inovasi utamanya adalah pelibatan Forum Anak sebagai auditor mitra. Siapa yang lebih memahami rasa aman, nyaman, dan 'ramah' di sekolah selain siswa itu sendiri?"
Dalam proses audit, anggota Forum Anak Bengkayang tidak hanya berjalan di belakang para pejabat. Mereka aktif bertanya kepada siswa, mengobservasi fasilitas toilet, kantin, perpustakaan, dan area bermain. Mereka mencari tahu apakah ada ruang laktasi bagi guru, apakah tersedia jalur disabilitas, dan yang terpenting, apakah siswa merasa didengar dan bebas dari perundungan (bullying).
dr. I Made menambahkan, "Kehadiran mereka memastikan bahwa standar 'ramah anak' yang kita terapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan perspektif anak."
Komitmen Menuju KLA
Turut mendampingi Kadis DINSOSPPPA adalah staf Bidang Pemenuhan Hak Anak (PA), Teddy dan Margareta, yang memandu proses agar berjalan sesuai standar SRA.
Audit ini merupakan langkah konkret DINSOSPPPA dalam mengawal komitmen Bengkayang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Sekolah Ramah Anak adalah salah satu pilar utama yang harus dipastikan pemenuhannya, bukan hanya di atas kertas, tetapi dalam praktik sehari-hari.
Kegiatan di SD 09 Rangkang hari itu ditutup dengan sesi diskusi dan rekomendasi. Forum Anak memberikan masukan langsung kepada pihak sekolah dan DINSOSPPPA mengenai temuan mereka—sebuah proses evaluasi yang jujur, konstruktif, dan langsung dari "konsumen" utama layanan pendidikan.
Audit rutin ini telah bertransformasi. Dari yang semula terkesan sebagai "pemeriksaan", kini menjadi "perayaan" atas komitmen bersama untuk menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan benar-benar berpihak pada anak di Bumi Se


